Aqiqah serta Kurban, Yang Mana Diprioritaskan?

Assalamu’allaikumwarahmatullahi wabarakatuh

Saya ingin menanyakan sekitar aqiqah serta kurban, yakni:

Apa aqiqah yang dikerjakan tiap anak yang lahir itu harus ?
Bila ada seorang anak yang belum dibayarkan aqiqahnya sampai dia akil baligh/menikah, bagaimana triknya untuk memebayarkan aqiqah itu? Sebab ada beberapa ulama yang memiliki pendapat jika aqiqah itu tidak dapat dibayar namun dapat ditukar dengan berkurban.
Lalu, apa yang perlu didulukan di antara aqiqah serta kurban?
Minta pencerahannya, Ustadz. Terima kasih.

Wasalamualaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Muhammad S. Bekasi

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Saudara Muhammad S yang dirahmati Allah swt. Mudah-mudahan Allah swt selalu mencurahkan keberkahan-Nya pada saudara. Sejumlah besar ulama berpandangan jika hukum aqiqah ialah sunnah muakkad. Sesaat beberapa ulama hanafiah (madzhab hanafi) memiliki pendapat jika hukum aqiqah ialah bisa.

Beribadah aqidah berdasar pada hadist kisah Ibnu Abbas ra,

“RASULULLAH SAW MENGAQIQAHI HASAN DAN HUSAIN, MASING-MASING SATU KAMBING.” (HR ABU DAUD DAN NASA’I)

Selain itu, Aisyah ra meriwayatkan,

“RASULULLAH SAW MEMERINTAHKAN KEPADA KAMI UNTUK MENGAQIQAHI ANAK PEREMPUAN DENGAN SEEKOR KAMBING SEDANGKAN ANAK LAKI-LAKI DENGAN DUA EKOR KAMBING. ” (HR AHMAD DAN IBNU MAJAH)

Rasulullah saw bersabda,

“SETIAP ANAK YANG LAHIR ITU TERGADAIKAN DENGAN AQIQAHNYA.”

Mengenai waktu penerapan aqiqah tersebut di hari ke-7 dari kelahiran. Sedang jika dilahirkan saat malam hari, hitungannya diawali pada hari esoknya. Contohnya, seorang anak dilahirkan saat malam rabu, karena itu penghitungannya diawali di hari rabu. Bukan hari selasa.

Jika orangtua belum dapat melakukan di hari ke tujuh aqiqah murah jakarta , aqiqah bisa dilaksanakan di hari ke 14 atau 21. Jika aqiqah belum dikerjakan di hari ke 21, karena itu bisa dikerjakan kapan juga tanpa ada terikat dengan hari serta waktu. Beberapa ulama berpandangan jika aqiqah bisa dikerjakan kapan juga, walau telah baligh serta dewasa. Namun, semakin afdhal jika dikerjakan di di hari ke 7, 14 atau 21.

Apa Kurban bisa gantikan Aqiqah?
Sebenarnya syariat kurban tidak sama dengan syariat aqiqah. Syariat kurban dikerjakan saat hari raya idul adhha. Disamping itu, kurban bisa dikerjakan dengan menyembelih kambing; untuk seseorang atau satu keluarga, juga bisa menyembelih sapi, kerbau serta onta untuk 7 orang. Allah swt memerintah kurban pada orang yang dapat.

Sesaat syariat aqiqah terkait dengan kelahiran seorang putera. Baik lelaki serta wanita. Sedang perintah untuk aqiqah tertuju pada orangtua bayi, bukan bayi itu. Jadi, seorang baru melakukan aqiqah saat dia mempunyai putra. Tidak sama dengan kurban, seorang bisa berkurban walau tidak mempunyai putera. Dengan begitu, kurban tidak gantikan aqiqah.

Seorang yang puteranya telah baligh, atau dewasa, masih dapat beraqiqah. Jika orang tuanya tidak dapat sedang puteranya mempunyai pendapatan berlebihan serta dia ingin mengaqiqahi dirinya, sejumlah besar ulama memperkenankan.

Memang, ada ulama yang berpandangan jika perintah aqiqah diperintah di saat spesifik. Jika seorang tidak dapat sampai habis saatnya (hari ke 7, ke 14 atau ke 21) perintah itu sudah luruh. Ulama ini menganalogikan aqiqah dengan zakat. Jika seorang tidak dapat zakat di saat harus keluarkan zakat, dia tidak berkewajiban keluarkan zakat. Namun, sejumlah besar ulama tidak batasi aqiqah dengan waktu spesifik. Ini berdasar pada keumuman lafadz sabada Rasulullah SAW,

About the Author: onedaylongersf.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *